Perjalanan Meraih Sertifikasi CCNA Routing and Switching

19
121

Prolog


Well sebenarnya selepas lulus sidang sarjana saya merasa enggan melanjutkan karir di dunia IT, karena selain cita-cita saya ingin menjadi seorang anggota TNI atau Polri saya juga merasa selama kuliah kurang mendalami satu bidang IT secara mendalam, ya entah itu bidang web, programing, perancangan sistem ataupun jaringan. Tetapi pada saat ingin mendaftar anggota Polri, setelah persiapan yang begitu panjang ternyata di tahun 2015 ini Polri sedang tidak membutuhkan anggota dari dunia IT.

Mengalami hal tersebut saya pun menjalani Plan B, yaitu mencoba untuk berkarir di dunia IT terutama di bidang jaringan. Alasan untuk memilih dunia jaringan sebenarnya karena saya merasa dunia jaringan merupakan kombinasi antara Hardware, Software serta tren kebutuhan dunia industri akan jaringan komputer yang akan terus meningkat. Dan satu hal lagi, saya memilih dunia jaringan karena saya enggan berurusan dengan koding program yang menurut saya sangat membosankan.

Memilih tempat kursus


Setelah saya memutuskan menjalankan Plan B, maka hal yang harus dilakukan adalah memilih tempat kursus. Oleh karena itu saya mencari referensi tempat kursus CCNA yang baik dan dekat dengan rumah, saya juga bertanya kepada teman yang sudah pernah kursus CCNA sebelum nya, tetapi teman saya kursus di daerah yang tidak dekat dengan rumah. Lalu saya pun ingat bahwa di depan kampus D Gunadarma ada tempat kursus IT.

Sayapun memutuskan untuk memilih tempat kursus tersebut dan mengunjungi website nya untuk melihat kursus seperti apa saja yang ada di tempat tersebut. Disana terdapat kursus CCNA fast track yang terdiri dari 4 kali pertemuan dan ada juga yang terdiri dari 2 kali pertemuan setiap minggu
selama 3 bulan. Setelah di pikirk-pikir saya memilih untuk mengambil kursus fast track saja karena tidak memakan waktu lama.

Buku yang saya pelajari sebelum mengikuti kursus

Kursus fast track sendiri memiliki kekurangan yang cukup mengganggu, yaitu waktunya yang sangat singkat tetapi materi yang di ajarkan cukup banyak. Saran saya untuk anda yang ingin mengambil kursus CCNA fast track dimanapun tempatnya, usahakan untuk belajar terlebih dahulu mengenai jaringan komputer secara umum minimal selama satu minggu sebelum kursus dimulai. Hal tersebut menurut saya cukup penting karena pada saat kursus nanti otak kita tidak akan terbebani dengan banyak nya materi baru. Jadi pada saat kursus kita bisa lebih mendalami dan menayakan kepada pengajar tentang apa yang belum kita paham.

Menjalani kursus


Kursus yang saya jalani adalah kursus CCNA fast track selama 4 kali pertemuan setiap akhir pekan, jadi kursus tersebut dijalani selama dua minggu. Nah di awal pertemuan saya diajarkan mengenai dasar-dasar jaringan dan mulai dari jam 9 pagi sampai dengan jam 5 sore. Selepas pulang kursus, sesampainya di rumah saya mengulang kembali materi apa saja yang sudah diajarkan, terutama mengulang kembali materi yang belum terlalu saya pahami seperti VLSM agar tidak keteteran di kursus esok harinya.

Begitulah kegiatan saya selama kursus, sabtu kursus dari pagi sampai sore lalu malam nya mengulang materi. Nah untuk mengisi waktu antara kursus di minggu pertama dan minggu kedua, selama jeda waktu tersebut saya tekun belajar dan berlatih materi yg sudah di pelajari dan akan di pelajari. Kemudian sampailah di kursus minggu kedua (minggu terakhir), di minggu ini materi kursus menurut saya cukup rumit seperti materi VLAN dan ACL, materi tersebut baru saya kuasai bukan di tempat kursus melainkan di rumah saat saya mengulang-ngulang materi.

Dan di hari minggu (minggu terakhir) ada ujian lab dan praktek Hands On, setelah itu berakhirlah kursus yang saya jalani. Oh iya selama kursus saya dan rekan-rekan saya yang lain (berjumlah 3 orang) 2 diantaranya sudah bekerja di bidang IT dan 1 lagi (termasuk saya) belum bekerja. Motivasi mereka untuk mengikuti kursus adalah agar dapat meningkatkan karir mereka di dunia IT.

Pasca menjalani kursus


Setelah menjalani kursus saya tidak memiliki niatan untuk mengikuti ujian internasional, selain karena harganya yang cukup mahal ($295) saya juga merasa masih banyak materi yang belum di kuasai, saya baru sekedar mengerti. Tetapi karena rekan-rekan yang lain berencana untuk ikut ujian, saya pun merasa tertarik juga dan tidak mau kalah. Alhamdulillah ayah saya memberikan lampu hijau dan memberikan dukungan dana.

Nah, untuk semakin menambah pemahaman saya terhadap jaringan sampai ke akar-akarnya, buku dan slide dari tempat kursus sudah tidak dapat memenuhi rasa ingin tahu saya terhadap jaringan. Oleh karena itu saya memutuskan untuk mencari sebuah buku tambahan yang memuat materi CCNA secara lengkap dan mudah di mengerti. Namun tidak ada penulis dari Indonesia yang menulis buku seperti itu, setelah saya googling di temukanlah informasi mengenai buku CCNA yang menurut saya sangat bagus. Buku tersebut terdiri dari hampir 1200 halaman dengan bahasa Inggris seluruhnya. (Kebetulan saat ini saya mau jual buku nya, bagi yang berminat membeli klik lapak saya disini)

CCNA Routing and Swithing Guide by Todd Lammlee

Akhirnya setelah beberapa hari saya bisa memiliki buku tersebut dengan susah payah. Saya baca isi buku tersebut dan memang benar materinya sangat lengkap dan di bahas secara pelan-pelan dan terperinci agar mudah dimengerti oleh para pembacanya. Tetapi saya masih belum puas dengan buku tersebut, saya pun mencari buku yang hanya memuat kumpulan materi untuk praktek Lab di simulator. Dan di temukanlah menemukanlah buku tersebut.

Buku workbook CCNA

Nah kombinasi dari buku-buku dan juga niat serta ketekunan membuat saya semakin menguasai materi yang belum saya ketahui sebelum nya. Dan juga membuat saya semakin siap untuk menjalani ujian.

Hari ujian


Hari itu sabtu tanggal 2 mei 2015 saya di jadwalkan untuk mengikuti ujian pada pukul 09:00 pagi hari, saya pun tiba di tempat ujian 30 menit sebelum ujian di mulai. Serta menggunakan selisih antara waktu tiba dan waktu ujian saya gunakan untuk membuka laptop untuk sekedar pemanasan terhadap materi ujian. Pada saat tiba disana, jujur saya merasa jantung saya berdebar lebih cepat dari biasanya. Takut kalau apa yang sudah saya pelajari ternyata tidak keluar pada saat ujian.

Sebelum ujian di mulai saya mengisi form registrasi dan di ambil foto nya terlebih dahulu, setelah itu diberi kertas dan juga pena. Nah kertas tersebut saya gunakan untuk menulis angka-angka penting seperti subnet mask, valid subnet dan valid host agar pada saat ujian berlangsung saya tidak perlu repot-repot menghitung kembali hal tersebut.

Lalu ujian pun di mulai, sebelum masuk kedalam soal-soal terlebih dahulu monitor menampilkan tata tertib, tipe-tipe soal dan cara mengisi jawaban.

a. Tipe soal lab
Tipe soal ini merupakan soal dengan score paling besar, kesalahan atau ketidakbisaan mengerjakan soal lab hampir sama dengan tidak lulus ujian.

b.Tipe soal pilihan berganda
Tipe soal ini menampilkan sebuah pertanyaan dengan banyak pilihan jawaban, terkadang kita di suruh memilih tiga, dua atau hanya satu jawaban.

c.Tipe soal drag and drop
Pada tipe soal ini terdapat kotak-kotak atau list di sebelah kiri layar yang harus di drag dan drop kedalam kolom yang berada di sebelah kanan.

Ujian di mulai


Dengan mengucapkan bismillah saya pun memulai ujian. Alhamdulillah soal nomor pertama sesuai dengan apa yang saya pelajari “semoga ini merupakan pertanda baik”, ucap saya dalam hati. Di lanjutkan dengan soal-soal berikutnya, saya membaca soal-soal tersebut dengan perlahan dan sangat hati-hati, Kemudian di nomor 25 saya mendapatkan soal lab tentang EIGRP (AS 22). Soal lab tersebut memberikan kondisi bahwa ada sebuah router yang baru di instal tetapi entah mengapa router tersebut tidak bisa kenalan sama router EIGRP sebelah nya.

Kemudian di nomor 43 muncul kembali soal lab (ACL) yaitu bagaimana caranya agar seluruh komputer tidak dapat mengakses finance server kecuali komputer B, dan komputer B hanya bisa mengakses TCP port 80 (www). Nah pada saat mengerjakan soal-soal lab saya tidak pernah terlewatkab untuk menyimpn hasil pekerjaan saya, karena mendengar dari orang-orang terdahulu yang mengikuti ujian bahwa ada banyak cerita pada saat peserta ujian selesai mengerjakan ujiannya, ternyata dinyatakan tidak lulus padahal orang tersebut sangat yakin bahwa ia mengerjakan hampir seluruh soal dengan benar.

Ternyata orang tersebut tidak mendapatkan score yang baik akibat pada saat mengerjakan soal lab ia lupa untuk menyimpan (copy run start) hasil pekerjaan nya. Lalu saya kembali melanjutkan ujian sampai nomor 52 dan selesai. Setelah selesai saya di berikan hasil ujian nya oleh mas Arif (admin vue disitu) dan alhamdulilah saya mendapatkan score 986/1000, cukup memuaskan karena saya sudah belajar cukup lama untuk ujian ini, untuk informasi score minimal yang harus diperoleh untuk lulus ujian adalah 825.

Hasil ujian dari website Vue

Sertifikat dan harapan kedepan


Untuk menvalidasi hasil ujian, Cisco membutuhkan waktu paling lama 10 hari dan setelah terverifikasi Cisco akan mengirimkan email berupa cara login ke Certification Tracking System untuk melihat status sertifikasi dan mendapatkan sertifikat secara fisik. Untuk harapan kedepannya saya akan menggunakan sertifikat tersebut untuk memulai karir dibidang jaringan komputer dan mendapatkan pekerjaan perusahaan yang baik juga. Jika ada yang ingin anda tanyakan, bisa anda posting pertanyaan anda di kolom komentar dibawah dan secepatnya akan saya jawab. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.

Update :
Saya melaksanakan ujian pada tanggal 2 mei 2015 dan sertifikat baru sampai di rumah saya pada tanggal 8 Juni 2015.

19 COMMENTS

  1. Terimakasih sudah meninggalkan komentar disini πŸ™‚

    Saya dari sistem informasi sob. Untuk anak SI emang cuma dapet basic nya aja di mata kuliah jaringan komputer. Kalo mau kursus, saran saya kuasai dulu semua materi yang ada di mata kuliah tersebut. Sylabus yang ada di matkul itu adalah materi yang sangat dasar dan akan kepake untuk bidang jaringan apapun.

  2. Buku Todd Lamle sekitar 800rb harganya kalo gak salah. Di toko2 buku sepanjang saya nyari sih udah gak ada, kalau mau cari yg second aja atau di tempat buku2 bekas.

    Kalau mau file ebook nya juga ada, kirim email aja nanti saya kasih file nya

  3. In my opinion 1 tahun sebelum lulus aja gan, kenapa? Karena kalau belajar atau kursus nya terlalu jauh dari waktu kelulusan, takutnya ilmunya belum sempet kepake udah lupa duluan.

    Smart english? gak mesti sih gan, cuma karena banyak file pendukung (buku, ebook, artikel dll) pake english akan sangat membantu kalo english agan lumayan bagus.

    Ya paling minimum english yg seputar teknologi jaringan aja yang harus paham, karena kan ujian nya juga pake english.

    ebook nya udah sent yaa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here