Telaga Warna. Alternatif Wisata Alam di Puncak, Bogor

0
111

Saya dan pasangan di sisi telaga warna

Senin 11 Mei 2015 dalam rangka merayakan ulang tahun pasangan saya, kami berencana untuk berekreasi ke salah satu objek wisata alam di daerah Puncak, Bogor, Jawa Barat yang saya rasa sudah cukup familiar di telinga kita semua yaitu Telaga Warna. Kami memulai perjalanan dari kota Depok dan melaju di jalan raya selama hampir 3 jam sebelum sampai ketujuan menggunakan sepeda motor, untung saja saat itu merupakan hari senin jadi kami tidak perlu khawatir akan adanya buka tutup jalan di daerah Puncak yang terkenal padat.

Akses lokasi

Akses menuju jalan masuk lokasi

Berbeda dengan tempat wisata terkenal seperti Taman Safari yang memiliki banyak banner sebagai petunjuk arah lokasi. Hanya ada satu banner yang menunjukan keberadaan Telaga Warna dan tidak terlalu jelas jalan mana yang harus dilalui untuk masuk kedalamnya. Jika anda berasal dari arah Ciawi maka jalan masuk berada disebelah kiri anda tepat ditikungan yang berbelok ke kanan sebelum restoran Rindu Alam. Jalan masuknya (lebih tepatnya gang masuk) terletak agak tersembunyi dan  sepertinya hanya dapat dilalui oleh sepeda motor. Setelah masuk ke jalan masuk tersebut, kami berjalan menyusuri hamparan pemandangan kebun teh yang hijau disertai hembusan udara sejuk yang menyegarkan.

Jalan menuju lokasi, terletak diantara perkebunan teh

Tiba dilokasi

Setelah sampai dilokasi pada pukul 11:30 siang, kami pun memarkir kendaraan di dekat pintu masuk, lalu berjalan menuju loket karcis dan bertanya kepada orang yang menjaga loket tersebut. “Berapa pak harga tiketnya?” tanya saya, “17 ribu” sahut nya, saya pun bertanya lebih detail sambil melihat daftar harga tiket yang terpampang didinding “memang biaya parkir motor berapa?”, “dua ribu” jawabnya. Berarti biaya tiket masuk versi bapak itu adalah 15 ribu untuk dua orang, sedangkan faktanya biaya tiket masuk hanya seharga 10 ribu untuk 2 orang.

Tarif resmi Telaga Warna

Pada saat itu saya sedang malas berdebat mengapa si bapak tersebut iseng memainkan harga, akhirnya saya bayarkan saja seharga yang disebutkan yaitu sebesar 17 ribu dan setelah dibayar kami tidak diberi tanda masuk berupa karcis sama sekali, sungguh hal yang cukup mengganggu.

Melewati pintu masuk

Pintu masuk lokasi

Pertamakali menjejakan kaki kedalam wisata alam Telaga Warna, kesan asri dan rapih pun terpancar dari tempat tersebut. Hanya ada satu telaga yang di kelilingi oleh hijaunya pohon disertai riang nya kera-kera yang berlarian kesana kemari. Kemudian kami mendekat menuju pinggir telaga, air nya terlihat sangat hijau, mungkin seperti warna green tea :), dan disana ada beberapa getek atau rakit yang dapat disewa pengunjung untuk menikmati panorama di atas telaga.

Jika tidak tertarik dengan rakit tersebut ada juga wahana flying fox yang tali nya membentang membelah telaga. Hanya dua wahana tersebut yang saya lihat sepemandangan mata kami. Mungkin jika anda mau berkeliling lebih jauh akan ada wahana lain lagi yang dapat dilihat. Kami disana hanya duduk-duduk di atas batang kayu yang sudah di tebang sambil menikmati cemilan yang sudah kami bawa dari rumah.

Wide view telaga warna

Suasana di Telaga Warna
Wahana flying fox
Kera yang sedang berlari

Oh iya, monyet-monyet yang berada disana sepertinya sudah sangat familiar dengan keberadaan manusia. Bahkan saya melihat ada monyet yang sedang memakan ciki rumput laut yang entah dari mana ia dapatkan, bisa saja ia mencuri ciki milik pengunjung atau mengambil ciki sisa di tempat sampah.

Akhir kunjungan

Setelah satu setengah jam kami berada disana menikmati keindahan ciptaan Allah yang maha kuasa, jam sudah menunjukan pukul 13:30, dan semakin sore semakin banyak pengunjung lokal maupun mancanegara (kebanyakan wisatawan dari arab). Kami pun berjalan keluar menuju tempat parkir dan mengambil kendaraan untuk kembali melanjutkan perjalanan ke restaurant Cimory Riverside di untuk mengisi tenaga dan sebelum itu tidak lupa juga kami shalat zuhur terlebih dahulu di Masjid Atta’awun yang cukup dekat dari Telaga Warna.

Kesimpulan

Kelebihan :

  • Alternatif wisata alam yang murah
  • Dekat dari jalan raya

Kekurangan

  • Papan petunjuk lokasi di pinggir jalan yang kecil dan hanya ada satu serta jalan masuk yang tersembunyi
  • Petugas yang nakal memasang tarif masuk lebih 
  • Lokasi wisata yang kurang pengembangan

Tingkat kepuasan : 50%
Kemungkinan berkunjung kembali : 30%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here